Senin, 27 Juli 2015

Cara pengereman yang benar dan aman

Cara  Benar dan Aman Saat Mengerem.

Mengerem sepeda motor ada teorinya.

terpenting ketika berkendara, terutama
bagi pengguna sepeda motor adalah teknik mengerem. Beberapa
biker bahkan banyak yang asal mengerem untuk mengurangi
kecepatan atau berhenti. Padahal proses tersebut harus dilakukan
dengan benar agar lebih presisi dan aman. Untuk mendapatkannya
ada teori khusus yang harus dipahami.
Emerson Tantono, Network Development dan Instruktur Senior
Safety Riding PT Astra Honda Motor mengatakan, mengerem yang
benar-benar efektif adalah menggunakan secara bersamaan antara
rem depan dan belakang, bukan mengoptimalkan salah satu.
”Kita tidak bicara persentase kekuatan, misalnya rem depan dan
belakang harus total jumlahnya 100 persen. Karena itu rancu. Lebih
efektif untuk menghentikan atau memperlambat laju adalah
menggunakan rem depan,” ungkap Emerson kepada
KompasOtomotif , beberapa waktu silam.
Berikut detail tips dari Emerson untuk semua biker agar menguasai
teknik mengerem yang benar:
1. Dilihat tipe sepeda motor, menurut Emerson hampir sama jika
bicara pengereman. Memang, untuk sepeda motor sport akan lebih
kompleks, karena sesudah mengerem harus dibarengi dengan
memindah gigi ke lebih rendah ( engine brake) jika ingin semakin
efektif. Ini juga mirip untuk sepeda motor bebek, namun karena
bobot jenis cub tidak seberat sport, engine brake dilakukan jika
urgent.
2. Belajar dulu! Saat belajar naik kendaraan roda dua misalnya
sepeda, sudah terpatri dalam benak agar pakai rem belakang dulu.
Nah, untuk sepeda motor tidak bisa sepenuhnya diterapkan. ”Banyak
asumsi biker mengerem roda belakang lebih efektif, pemikiran ini
yang harus diubah,” tegas Emerson.
3. Penekanan atau kekuatan rem, biker sendiri yang bisa
menentukan. Hal ini dilihat dari kecepatan dan kondisi jalan.
Misalnya di jalan basah, alangkah baiknya tidak terlalu ditekan jika
mengerem. Itulah sebabnya, jika di jalanan basah atau licin, wajib
mengurangi kecepatan agar jika sewaktu-waktu butuh mengerem,
tidak ditekan keras karena laju sepeda motor terlalu kencang.
Penggunaan jari untuk menarik tuas rem sesuaikan dengan kekuatan
yang dibutuhkan. Untuk pengereman maskimal, bisa menggunakan
empat jari seperti gerakan meremas. ”Perlu diingat, rem tidak
berdiri sendiri. Pikirkan keselamatan jika jalan licin dengan
mengurangi kecepatan. Penggunaan rem tetap depan dan belakang,
jangan salah satu,” pesan Emerson.
4. Penggunaan rem belakang saja hanya disarankan untuk kondisi
tertentu. Misalnya melewati turunan dengan kecepatan rendah. Rem
belakang saja akan membuat sepeda motor tidak stabil alias
”ngesot”.
5. Menikung. Secara teori, rem hanya digunakan menjelang masuk
tikungan untuk memperlambat laju. Begitu sudah masuk tikungan,
justru lakukan akselerasi agar cengkeraman roda depan semakin baik.
Banyak yang salah, saat berada di tikungan malah melakukan
pengereman. Dikatakan Emerson akan sangat berbahaya, apalagi
dalam kecepatan tinggi.
6. Secara umum perlu latihan menggunakan rem repan. Hal ini
dibutuhkan untuk mengantisipasi jika melakukan pengereman
mendadak. Jangan takut menggunakan rem depan, asal dilakukan
dengan benar.

Rabu, 01 Juli 2015

saat kopsan ( kopi santai ) tgl 1 juli 2015 bareng kapolres cibabat


Struktural Kepengurusan

Struktrur Organisasi Rider Honda Verza Independent Cimahi:

Ketua Umum : NRA 020 ( Tony Syahroni )
Wakil Ketua  : NRA 010 ( I.Wayan Wirastama )
Sekretaris     : NRA 015 ( Ginanjar Lindu Aji )
Bendahara    : NRA 018 ( Ipan Hamdani )
Tata Tertib    : NRA 021 ( Yadi Mulyadi )
Div Humas    : NRA 030 ( Risfan Dwi )
Div Keanggotaan : NRA 024 ( Bayu Gelar S )
Div Touring : NRA 028 ( Saepul ) 

Sejarah Terbentuknya RHVI Cimahi

Rider Honda Verza Independent Cimahi di dirikan di kota cimahi pada tanggal 10 mei 2014 , dan deklarasikan pada 09 mei 2015 di Ciwalk Bandung bertepatan dengan acara Honda modif kontes . 

 Rider Honda Verza Independen Cimahi didirikan oleh 11 orang pendiri [founder].


NRA 001 ( M.Rianto )
NRA 002 ( Mulyadi )
NRA 003 ( M.Arianto )
NRA 004 ( Zaenal )
NRA 005 ( M.Fajar Azmi )
NRA 006 ( M.Romli )
NRA 007 ( Ridhon )
NRA 008 ( Agus Juhana )
NRA 009 ( M.Nurdin Syaputra )
NRA 010 ( I.Wayan Wirastama )
. . . . . . . . ( Chandra )